Misteri Dibalik Anehnya Ongkos Kirim Barang Jika Belanja di Bhinneka

Di zaman e-commerce gini, sudah banyak banget orang Indonesia yang belanja online, kita sudah terbiasa dengan cara tersebut. Ketika membeli suatu barang maka otomatis kita sudah mengetahui bahwa kita akan dikenakan biaya tambahan untuk pengiriman barang, biasanya disebut ongkir atau ongkos kirim. Nah biaya pengiriman ini berbeda-beda tergantung lokasi asal dan tujuan barang.

Mungkin kita juga sudah tahu berapa biaya kirim 1kg barang dari suatu tempat ke tempat lain, terutama ke lokasi tujuan kita. Misalnya kalo kirim barang dari Jakarta ke Bandung pake JNE Reguler bakal dikenai biaya Rp 10.000. Tapi selain ongkir, ada juga biaya tambahan lainnya. Kalo kita belanja di BukaLap*k atau Tok*pedia, maka ada nomor unik yang ditambahkan ke total biaya. Angkanya sangat kecil (gak nyampe seribu perak) karena memang tujuannya hanya sebagai identifier transaksi, biar gampang ditelusuri gitu lah.

Namun satu hal yang cukup berbeda jika kita belanja di Bhinneka. Coba perhatikan gambar berikut.

Coba lihat ongkos kirimnya. Gw beli barang yang gak nyampe 1 kg masa ongkir ke Jakarta Rp 11.650. Aneh kan? Kalo gw sebagai orang teknik (padahal kuliahnya bukan jurusan teknik, tapi gelarnya sarjana teknik #abaikan), gw penasaran angka itu dari mana. Emang sih, angka unik yang diberikan Bh*nneka nantinya akan negatif, artinya total belanja akan lebih kecil sedikit. Seperti dijelaskan pada halaman ini.

Pertama yang gw harus lakukan ialah mencari tahu sebenarnya biaya asli ongkir ini berapa, karena gw yakin ongkir dalam kota yang sama harusnya gak sampe ceban. Nah kalo kita klik tombol search untuk mencari kota tujuan, maka akan muncul halaman berikut.

Halaman ini digunakan untuk mencari kecamatan atau kota pengiriman.

Setelah muncul kota yang dicari, jangan klik tombol select dulu, kita lihat kode html nya dulu. Dan kita cari berapa ongkirnya. Dan ternyata ongkir awalnya Rp 9000!

Artinya ongkir yang harus gw bayar ada kelebihan Rp 2645. Nah ini yang menarik. Oleh Bh*nneka ongkirnya dinaikkan sekian ribu sementara disisi lain angka unik yang diberikan nilainya minus. Lalu dari mana nilai Rp 2645 itu berasal?

Cara Pertama: Pendekatan Matematis

Cara yang paling gampang mengetahui kelebihan itu ialah kita hitung Rp2645 itu berapa persen. Bisa persentase terhadap ongkir awal atau persentase terhadap harga barang. Kalo persentase terhadap ongkir awal maka persentasenya ialah 29,39%. Dan kalo persentasenya terhadap harga barang maka persentasenya ialah tepat 0.25%. Mana yang benar? Kita lanjutkan pencariannya…

Cara Kedua: Debugging Kode

Dengan cara yang pertama kita masih belum tau mana yang bener, 29 sekian persen atau 0.25 persen. Nah cara yang kedua ini ialah cara yang eksak, dengan melakukan debugging terhadap kode sumber. Logikanya, setiap kita ganti kota pengiriman maka ongirnya juga berubah. Karena itu kita lihat kode sumber halaman pencarian kota yang tadi. Dari gambar sebelumnya juga sudah bisa dilihat kalo tombol select di klik maka akan memanggil fungsi setPengiriman.

Di dalam fungsi setPengiriman terdapat bagian ini

Artinya setiap kali kota pengiriman berubah maka fungsi calculate() akan dijalankan. Setelah sedikit pencarian maka fungsi calculate() berada di file shopping-cart.min.js. Biar enak bacanya kita unminify dulu kode tersebut.

Cara debugging yang gw lakukan ialah pertama, gw bikin versi unminify dari shopping-cart.min.js. Terus gw copy ke localhost. Begitu juga dengan kode sumber dari halaman shopping cart. Sehingga gw punya dua file, index.html (kode sumber) dan shopping-cart.js. Nah untuk debugging, gw modif kode sumbernya sehingga yang dipake ialah shopping-cart.js punya gw, bukan lagi shopping-cart.min.js.

Setelah dicari-cari, hasilnya ialah bahwa Bhinneka memiliki rate besar tambahan ongkir tersebut yakni sebesar 0.25% dari total harga barang (yakni harga barang x jumlah barang) jika menggunakan JNE dan 0,22% jika menggunakan Tiki. Namun jika tambahan tersebut kurang dari Rp 2500 maka tambahan yang digunakan Rp 2500 (minimum tambahan).

Gw gak tau apa tujuan dari penambahan ini. Menurut gw sih mungkin saja biaya ini merupakan biaya handling atau packaging barang dan biaya buat jaga-jaga kalo ada force major dari suatu pengiriman. Bisa juga Bhinneka mencoba membuat keuntungan dengan margin sebesar Rp 2500 atau 0.25% atau 0.22% dari tiap transaksi. Tapi masa iya margin 0.25%? Wkwkwk